Sab. Des 14th, 2019

Sejarah

Sejarah Berdirinya Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 3 Desember 1945 Kota Bandung pada waktu memuncaknya perjuangan fisik bangsa Indonesia melawan tentara sekutu untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Pada pertempuran yang dahsyat yang terjadi pada tanggal tersebut telah gugur 7 orang pemuda/pegawai Pekerjaan Umum (PU) untuk mempertahankan gedung “V & W”, (terkenal dengan nama Gedung Sate) yang terletak di Jl. Diponegoro No. 22. Gedung ini dipertahankan mati-matian sampai titik darah pengahabisan oleh para pemuda/pegawai departemen PU, karena mereka sadar bahwa gedung tersebut pada waktu itu dipergunakan sebagai Kantor Pusat Departemen Pemerintahan Republik Indonesia.

Setelah kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia diprolamasikan, para pemuda/pegawai departemen PU tidak mau ketinggalan dari pemuda pemuda lainnya di kota Bandung. Mereka mempesiapkan diri dalam menghadapi segala kemungkinan yang sekiranya dapat merintang serta mengganggu kemerdekaan yang telah diproklamasikan.

Pada tanggal 4 Oktober 1945 kot Bandung dimasuki tentara sekutu yang diikuti oleh serdadu Belanda dan NICA. Semenjak itu kota Bandung semakin tidak aman, semakin itu pula perjuangan gerakan-gerakan pemuda distu pihak dihapkan kepada tentara Jepang dan tentara sekutu/Belanda/NICA di pihak lain Dengan persenjataan yang serba kurang dan serba sederhana tetapi dengan semangat perjuangan yang tinggi para pemuda tidak gentar menghadapi kekuatan musuh yang persenjataannya jauh lebih lengkap dan modern. Dari hari kehari suasana kota Bandung menjadi semakin tegang, pertempuran pertempuran mulai meletus, mula-mula kecil-kecilan kemudian menghebat, propokasi – propokasi musuh semakin menjadi.

Demikianlah peristiwa 3 Desember 1945 telah tercatat dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia dan sejarah perkembangan Pekerjaan Umun pada khususnya, dan telah mempersembahkan “Sapta Taruna Kesatrianya” keharibaan Ibu pertiwi.

Peristiwa 3 Desember 1945 telah melahirkan satu Korps Pemuda/Pegawai Pekerjaan Umum yang mempunyai kesadaran sosial, jiwa kesatuan (korp-geest) rasa kesetiakawanan (solidaritas), serta kebanggaan akan tugasnya sebagai abdi masyarakat khususnya dalam bidang Pekerjaan Umum.

Peristiwa 3 Desember 1945 akan dikenang dan diperingati sebagai hari Kebangkitan Pekerjaan Umum dan dengan kebulatan tekat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian “Sapta Taruna Kesatriannya”, warga Pekerjaan Umum berjuang dan bekerja mengabdiakan diri untuk mengisi kemerdekaan R.I.